iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Kupang: Keberagaman adalah Kekuatan, bukan Penghalang

Avatar photo
upacara pancasila di kota
Suasana upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Balai Kota, Senin (1/6/2026). (Foto: Prokopim Kota Kupang)
  • Bagikan

“Pancasila adalah sumbangan terbaik masyarakat Nusa Tenggara Timur kepada Indonesia. Karena itu, Pancasila tidak boleh hanya dihafal atau diucapkan saat upacara, tetapi harus hidup dalam tindakan dan perilaku kita sehari-hari,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Christian Widodo juga mengajak masyarakat mensyukuri perjalanan panjang Kota Kupang yang baru saja memperingati usia ke-140 tahun dan 30 tahun sebagai daerah otonom.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, ASN, TNI, Polri, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi menjaga keamanan, ketertiban, dan pembangunan daerah.

Menurutnya, makna otonomi daerah tidak hanya sebatas kewenangan pemerintahan, tetapi juga bagaimana menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah mempercepat tindak lanjut berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat agar pelayanan publik semakin efektif dan responsif.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya persoalan ekonomi maupun pembangunan fisik, tetapi menjaga toleransi, persaudaraan, dan ruang sosial yang damai, khususnya bagi generasi muda.

“Bangsa tidak runtuh ketika gedung-gedungnya hancur. Bangsa runtuh ketika rasa persaudaraan di antara rakyatnya hilang,” ungkapnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *