JAKARTA — Bagi generasi era 2000-an, nama BlackBerry tentu sangat lekat dengan memori ponsel berkeyboard QWERTY dan fitur BBM (BlackBerry Messenger). Setelah sempat meredup dan resmi menghentikan dukungan untuk sistem operasi ponselnya beberapa tahun lalu, momen BlackBerry Comeback 2026 kini menjadi salah satu kejutan paling menarik di panggung teknologi global.
Namun, bagi Anda yang mengharapkan kembalinya ponsel jadul dengan trackpad ikonik, Anda mungkin harus mengubah sudut pandang. Di tahun 2026 ini, BlackBerry tidak lagi bertarung di pasar ponsel pintar (smartphone) untuk melawan dominasi Android atau iPhone.
Langkah comeback raksasa asal Kanada ini murni berfokus pada penyediaan solusi keamanan siber (cybersecurity) tingkat tinggi dan perangkat lunak IoT (Internet of Things) terintegrasi yang kini justru menjadi komoditas paling dicari oleh perusahaan serta pemerintah di seluruh dunia.
Transformasi Radikal: Dari Hardware ke Software Proteksi
Strategi BlackBerry Comeback 2026 membuktikan keberhasilan transformasi total perusahaan dari produsen perangkat keras (hardware) menjadi arsitek perangkat lunak (software) enkripsi data.
Di tengah maraknya serangan ransomware berskala global dan celah keamanan siber yang menghantui infrastruktur kritis, produk-produk proteksi data milik BlackBerry kembali naik daun.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
