Sulap Limbah B3 Jadi Inovasi Bata Tahan Api, BRIN Siap Pangkas Impor Komponen Furnace

Reporter : Dedy Editor: Redaksi
HO-Humas BRIN
BRIN kembangkan bata tahan api. (HO-Humas BRIN)
  • Bagikan

TANGERANG SELATAN — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sukses menorehkan terobosan baru dalam mendukung kemandirian industri dan riset nasional. Melalui Pusat Riset Sistem Nanoteknologi, BRIN tengah mengembangkan inovasi bata tahan api lokal bersuhu tinggi untuk melapisi dinding furnace (tungku pemanasan) laboratorium.

Uniknya, material refraktori canggih yang dirancang mampu bertahan pada suhu ekstrem hingga 1.400°C ini memanfaatkan bahan baku lokal dan substitusi limbah berbahaya dari industri pengecoran aluminium.

Baca Juga:
Bocoran iPhone 18 Pro Max: Pakai Chip 2nm dan Baterai Raksasa, Harga Disebut Tak Naik?

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Sistem Nanoteknologi BRIN, Agus Sukarto Wismogroho, menerangkan bahwa riset ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan timnya dalam membuat unit furnace suhu tinggi mandiri.

“Salah satu komponen paling mahal dari furnace adalah dinding refraktori atau bata tahan apinya. Karena itu, kami mulai fokus mengembangkan material bata api sendiri menggunakan bahan baku lokal yang sangat mudah didapatkan di Indonesia,” ungkap Agus, Minggu (24/5/2026).

Memanfaatkan Limbah B3 Berbahaya Menjadi Produk Bernilai Tinggi

Secara teknis, formula komposit inovasi bata tahan api BRIN ini mengombinasikan senyawa alumina dan silika untuk membentuk struktur kristal mullite—sebuah struktur kokoh yang memiliki ketahanan luar biasa terhadap temperatur ekstrem.

Baca Juga:
ASUS Zenbook DUO 2026 Resmi di Indonesia: Laptop AI Dua Layar dengan Performa Panther Lake!

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version