Sulap Limbah B3 Jadi Inovasi Bata Tahan Api, BRIN Siap Pangkas Impor Komponen Furnace

Reporter : Dedy Editor: Redaksi
HO-Humas BRIN
BRIN kembangkan bata tahan api. (HO-Humas BRIN)
  • Bagikan

Tim periset memanfaatkan dua sumber bahan utama:

Silika Alami: Didapatkan secara mudah dari material kaolin lokal.

Baca Juga:
Xiaomi 17 Max Muncul dengan Baterai 8.000mAh: Spek ‘Monster’, Harga Rp11 Jutaan!

Alumina Efisien: Diperoleh dari pemanfaatan kembali aluminium dross, yaitu limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) hasil sisa proses pengecoran aluminium yang biasanya berupa abu oksida.

Langkah hilirisasi limbah ini dinilai sangat strategis. Selain berhasil mereduksi dampak pencemaran lingkungan akibat limbah industri metalurgi, inovasi ini mampu menciptakan material substitusi impor bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga:
Kenaikan Biaya & Desain Jenuh, Masa Depan Samsung Galaxy Z Flip Diujung Tanduk?

Struktur Berpori: Rahasia Isolasi Termal Maksimal

Tantangan terbesar dalam menciptakan bata refraktori adalah menjaga keseimbangan antara densitas (kepadatan) dan kemampuan menahan panas. Jika bata dibuat terlalu padat, dinding justru akan menghantarkan panas keluar dari tungku (heat loss).

Untuk mengatasinya, tim BRIN merekayasa struktur bata agar memiliki rongga pori yang seragam dan rapi. Struktur berpori ini berfungsi sebagai isolator termal yang sangat efektif tanpa mengurangi kekuatan mekanis bata dari risiko retak atau pecah.

Baca Juga:
Bocoran iPhone 18 Pro Max: Pakai Chip 2nm dan Baterai Raksasa, Harga Disebut Tak Naik?

Uji Efektivitas: Dengan ketebalan dinding berkisar antara 5 hingga 8 sentimeter, inovasi bata tahan api BRIN ini mampu menahan suhu interior furnace hingga mencapai 1.200°C, sementara suhu pada permukaan luar dinding tetap terjaga aman di bawah 50°C.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version