Mengintip 3 Inovasi Teknologi AI China Terbaru: Dari Bawah Laut hingga Kebun Teh

Reporter : Dedy Editor: Redaksi
Artificial-Intelligence
  • Bagikan

JAKARTA — China semakin agresif memperluas dominasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) ke berbagai lini kehidupan. Negeri Tirai Bambu ini membuktikan bahwa teknologi AI kini tidak lagi sekadar menjadi asisten virtual atau pengisi sistem otomatisasi pabrik biasa.

Lewat terobosan teknologi AI China terbaru, negara ini sukses merambah sektor-sektor ekstrem dan unik, mulai dari pembangunan pusat data (data center) di bawah laut, penciptaan robot humanoid bertekstur kulit hangat, hingga robot yang diterjunkan langsung sebagai petani.

Baca Juga:
Apple Siapkan Desktop Mac Neo Seharga 5jt? Ancaman Nyata bagi Dominasi PC Windows

Berdasarkan laporan terbaru dari International Federation of Robotics (IFR), dominasi industri robotik China di pasar domestik meningkat sangat tajam. Pangsa pasar pemasok lokal dalam instalasi robot industri melonjak dari 30% pada tahun 2020 menjadi 57% pada tahun 2024.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa China kini menguasai 64% instalasi robot industri elektronik global, di mana 59% kebutuhan tersebut dipasok oleh produsen lokal. Sementara untuk sektor logam dan permesinan, vendor robot China bahkan telah menguasai hingga 85% pangsa pasar domestik.

Baca Juga:
Update Harga iPhone iBox Mei 2026: iPhone 14 Anjlok 30%, Seri 16 Pro Max Ikut Diskon Gede!

Lantas, apa saja inovasi tercanggih yang sedang dikembangkan? Berikut adalah 3 teknologi AI China terbaru yang paling mencuri perhatian dunia:

1. Data Center Bawah Laut Bertenaga Angin Lepas Pantai

Salah satu mahakarya infrastruktur digital China saat ini adalah pengoperasian pusat data bawah laut (underwater data center/UDC) pertama di dunia. Fasilitas senilai US$226 juta ini terletak 35 meter di bawah permukaan laut dekat Kawasan Khusus Lingang, Shanghai.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version