Fondasi Data Belum Siap, Sektor Manufaktur Indonesia Dinilai Terlalu Buru-Buru Adopsi AI

Reporter : Dedy Editor: Redaksi
8995-7564d67ad921_img1
  • Bagikan

Melalui platform ERP yang modern, perusahaan manufaktur dapat menyatukan berbagai lini kerja—mulai dari penjualan, produksi, hingga distribusi—ke dalam satu ekosistem tunggal.

Selain ERP, adopsi teknologi cloud juga memegang peranan penting. Sistem berbasis cloud memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk mengakses data dari berbagai lokasi secara real-time. Sistem ini juga mempermudah integrasi teknologi masa depan lainnya, seperti Internet of Things (IoT) pada mesin produksi dan otomatisasi tingkat lanjut.

Baca Juga:
Kenaikan Biaya & Desain Jenuh, Masa Depan Samsung Galaxy Z Flip Diujung Tanduk?

Peluang Besar Indonesia di Pasar Asia Tenggara

Kebutuhan akan modernisasi sistem ini kian mendesak seiring dengan dinamika geopolitik global. Saat ini, banyak basis produksi global mulai bergeser dari China menuju kawasan Asia Tenggara, seperti Vietnam, Thailand, dan Indonesia.

Sebagai salah satu kekuatan ekonomi dan basis manufaktur terbesar di regional, Indonesia memiliki peluang emas untuk menarik investasi tersebut. Namun, kesiapan infrastruktur digital industri lokal akan menjadi penentu utama.

Kendati demikian, Vincent mengingatkan bahwa transformasi digital manufaktur Indonesia tidak bisa dilakukan secara instan dalam semalam. Proses modernisasi harus dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan tingkat kesiapan operasional serta kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki perusahaan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version