iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gen Z Mulai Tinggalkan Chat Instan, Aplikasi Merpati Digital Justru jadi Tren

Avatar photo
aplikasi roost
Aplikasi Roost
  • Bagikan

Pengalaman tersebut semakin dibuat unik dengan adanya kemungkinan 0,2 persen merpati virtual tersesat. Jika hal itu terjadi, pesan yang dikirim bisa hilang dan tidak pernah sampai kepada penerima.

Konsep yang terdengar tidak praktis tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna muda.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Kenaikan Biaya & Desain Jenuh, Masa Depan Samsung Galaxy Z Flip Diujung Tanduk?

Dibuat Hanya dalam Tiga Minggu

Aplikasi Carrier Pidge dikembangkan oleh Noah Iarrobino dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar tiga minggu.

Menariknya, sang pengembang justru tidak mencoba menyembunyikan sisi tidak praktis dari aplikasi tersebut. Dalam deskripsi di toko aplikasi, Carrier Pidge bahkan digambarkan sebagai aplikasi yang “tidak berguna” dan “benar-benar tidak praktis”.

Namun, ketidakpraktisan itulah yang menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan.

Pengguna tidak lagi sekadar menekan tombol kirim lalu menunggu tanda pesan terbaca. Mereka diajak menikmati proses perjalanan pesan hingga akhirnya tiba di tujuan.

Baca Juga:
Update Harga iPhone iBox Mei 2026: iPhone 14 Anjlok 30%, Seri 16 Pro Max Ikut Diskon Gede!

Menunggu Pesan Justru Menjadi Pengalaman

Setelah mengirim pesan, pengguna dapat melihat peta interaktif yang memperlihatkan perjalanan merpati virtual menuju penerima.

Konsep tersebut menciptakan rasa penasaran yang sulit ditemukan dalam aplikasi pesan instan konvensional.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *