iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gen Z Mulai Tinggalkan Chat Instan, Aplikasi Merpati Digital Justru jadi Tren

Avatar photo
aplikasi roost
Aplikasi Roost
  • Bagikan

Pada WhatsApp, Telegram, maupun layanan serupa, pesan biasanya langsung terkirim dan dapat segera dibaca. Kecepatan menjadi standar utama komunikasi.

Sebaliknya, aplikasi berbasis merpati digital menjadikan proses menunggu sebagai bagian dari komunikasi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Pengguna seolah diajak kembali ke masa ketika sebuah pesan memiliki nilai lebih karena kedatangannya tidak bisa dipastikan secara instan.

Roost Diklaim Sudah Punya 300.000 Pengguna

Fenomena ini juga tidak berhenti pada satu aplikasi. Platform serupa bernama Roost dilaporkan berhasil mengumpulkan sekitar 300.000 pengguna hanya dalam hitungan minggu setelah diluncurkan.

Angka tersebut menunjukkan adanya ketertarikan terhadap model komunikasi digital yang lebih lambat.

Tren ini sekaligus menjadi sinyal bahwa sebagian pengguna mulai mempertanyakan budaya komunikasi yang selalu menuntut kecepatan.

Selama bertahun-tahun, komunikasi digital berkembang dengan satu prinsip utama: semakin cepat pesan terkirim dan dibalas, semakin baik.

Namun, kemudahan tersebut juga memiliki konsekuensi. Notifikasi yang datang tanpa henti dapat membuat seseorang merasa harus selalu siap merespons. Kebiasaan membalas secara cepat juga dapat membuat komunikasi berlangsung secara spontan tanpa banyak pertimbangan.

Baca Juga:
Apple Siapkan Desktop Mac Neo Seharga 5jt? Ancaman Nyata bagi Dominasi PC Windows

Gen Z Mencari Jeda dari Komunikasi Serba Cepat

Kemunculan aplikasi seperti Carrier Pidge dan Roost dapat dilihat sebagai bentuk pencarian jeda di tengah kehidupan digital yang semakin padat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *