Mengintip 3 Inovasi Teknologi AI China Terbaru: Dari Bawah Laut hingga Kebun Teh

Reporter : Dedy Editor: Redaksi
Artificial-Intelligence
  • Bagikan

Fakta Menarik: Pusat data ini memanfaatkan suhu alami air laut sebagai sistem pendingin. Strategi ini jauh lebih efisien dibanding pusat data di darat yang membutuhkan AC industri raksasa.

Fasilitas berkapasitas 24 megawatt ini menampung hampir 2.000 server, termasuk klaster GPU milik China Telecom dan LinkWise untuk memproses beban kerja AI, layanan 5G, serta anotasi data skala besar. Dengan memanfaatkan offshore wind farm (pembangkit listrik angin lepas pantai), fasilitas ini berhasil mencatat tingkat efisiensi energi (Power Usage Effectiveness/PUE) di bawah 1,15—jauh di bawah rata-rata industri global yang berada di angka 1,5.

Baca Juga:
ASUS Zenbook DUO 2026 Resmi di Indonesia: Laptop AI Dua Layar dengan Performa Panther Lake!

2. Moya: Robot AI Humanoid dengan Sensasi Kulit Manusia

Di sektor robotika, startup asal Shanghai bernama Droidup memperkenalkan Moya, robot biomimetik pertama di dunia yang dirancang agar memiliki sensasi menyerupai manusia saat disentuh.

Moya dibekali teknologi mutakhir untuk memberikan pengalaman interaksi sosial yang lebih natural:

Suhu Tubuh Manusiawi: Memiliki tekstur kulit hangat dengan suhu antara 32°C hingga 36°C.

Fitur Responsif: Dilengkapi kemampuan pelacakan wajah (face tracking), mikroekspresi, dan respons berbasis AI.

Mobilitas Tinggi: Menggunakan sistem rangka internal Walker 3 dengan tingkat akurasi berjalan mencapai 92%.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version