Data BPBD Kota Kupang mencatat, sepanjang periode 2021 hingga 2025 terjadi 620 kejadian bencana. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 177 kejadian, sedangkan sepanjang tahun 2025 terdapat 77 kejadian bencana.
Di sisi lain, keterbatasan jumlah personel penanggulangan bencana menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan layanan yang cepat kepada masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kota Kupang mengembangkan pendekatan kolaboratif melalui kemitraan pemerintah dan sektor swasta (Public-Private Partnership/PPP) dengan memanfaatkan mobilitas tinggi para pengemudi transportasi online yang beroperasi hampir selama 24 jam.
Dengan jangkauan yang luas, para pengemudi dinilai berpotensi menjadi first responder yang mampu menjangkau lokasi kejadian lebih cepat dibandingkan mekanisme konvensional.
Modul Pelatihan Disusun agar Relawan Bekerja Profesional
BPBD Kota Kupang menegaskan bahwa seluruh peran relawan harus dijalankan secara profesional, aman, dan sesuai prosedur. Oleh karena itu, penyusunan modul pelatihan menjadi langkah penting untuk memastikan setiap relawan memiliki kompetensi yang memadai.
Dalam workshop, peserta membahas sejumlah materi utama, di antaranya manajemen evakuasi yang taktis dan inklusif, penanganan kelompok rentan serta penyandang disabilitas, hingga sistem penyebarluasan informasi peringatan dini yang mudah dipahami masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










