Hemat Belanja, Pemkot Kupang Salurkan Rp100 Juta untuk Tuntaskan Gereja YMY Liliba

gereja YMY liliba
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menyerahkan secara simbolis bantuan dana kepada RD. Yonas Kamlasi, S.Fil., M.M., selaku pemimpin ibadah sekaligus Pastor Rekan Paroki Santo Yosef Pekerja Penfui di Gereja YMY Liliba, Minggu (30/8/2026). (Foto: Prokopim Kota Kupang)
  • Bagikan

Oebobo, KupangTIMES.ID – Pemerintah Kota Kupang menunjukkan bahwa efisiensi anggaran tidak hanya berkaitan dengan pengurangan belanja pemerintah. Hasil penghematan anggaran justru dikembalikan kepada masyarakat melalui dukungan pembangunan rumah ibadah.

Pemkot Kupang menyalurkan dana hibah sebesar Rp100 juta untuk membantu penyelesaian pembangunan Gereja Stasi Yesus Maria Yoseph (YMY) Liliba, Paroki Santo Yosef Pekerja Penfui.

Bantuan tersebut diserahkan langsung Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri ibadah di Gereja YMY Liliba, Minggu (30/8).

Dana hibah diterima secara simbolis oleh RD. Yonas Kamlasi, S.Fil., M.M., selaku pemimpin ibadah sekaligus Pastor Rekan Paroki Santo Yosef Pekerja Penfui, bersama Zakarias Saka Muru, Ketua Dewan Pastoral Stasi (DPS) Gereja YMY Liliba sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Gereja.

Turut hadir Romo Tomy Kampur dari Keuskupan Agung Kupang, anggota DPRD Kota Kupang Maria Rosalinda Uta Teku, serta sejumlah pejabat Pemkot Kupang dan umat Gereja YMY Liliba.

Hasil Efisiensi Anggaran Dikembalikan ke Masyarakat

Wali Kota Kupang Christian Widodo menjelaskan, dana hibah tersebut merupakan bagian dari hasil efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah daerah.

Baca Juga:
PERDATIN NTT Lantik Pengurus Baru 2025–2028, Komitmen Perkuat Layanan Anestesi hingga Daerah Terpencil

Penghematan dilakukan melalui sejumlah langkah, termasuk pengendalian belanja operasional seperti perjalanan dinas serta keputusan untuk tidak melakukan pengadaan kendaraan dinas baru.

“Hasil penghematan anggaran ini kami kumpulkan dan dialokasikan kembali untuk membantu pembangunan rumah-rumah ibadah di Kota Kupang,” ujar Christian.

Menurutnya, efisiensi anggaran tidak boleh dimaknai sekadar sebagai upaya mengurangi pengeluaran pemerintah.

Lebih dari itu, setiap rupiah anggaran yang berhasil dihemat harus diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Efisiensi bukan hanya soal mengurangi belanja. Yang lebih penting adalah bagaimana hasil penghematan itu kembali menjadi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Rumah Ibadah jadi Bagian dari Pembangunan Manusia

Christian menegaskan, pembangunan Kota Kupang tidak hanya berbicara mengenai pembangunan jalan, gedung maupun infrastruktur fisik lainnya.

Baca Juga:
Wali Kota Kupang Ajak Warga Rawat Toleransi, Keberagaman Jadi Kekuatan Kota Kasih

Pemerintah juga memiliki tanggung jawab membangun manusia yang memiliki iman, karakter, kepedulian terhadap sesama serta mampu hidup dalam keberagaman.

Dalam konteks tersebut, rumah ibadah dinilai memiliki posisi penting dalam pembangunan masyarakat.

Gereja, masjid, pura, vihara dan rumah ibadah lainnya tidak hanya menjadi tempat menjalankan aktivitas keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kasih, persaudaraan, kepedulian dan toleransi.

“Pembangunan manusia sama pentingnya dengan pembangunan fisik. Rumah ibadah menjadi salah satu tempat penting untuk membangun karakter masyarakat,” katanya.

Karena itu, dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun kehidupan sosial masyarakat Kota Kupang yang harmonis.

Wali Kota Ajak Umat Doakan Korban Gempa Flores

Dalam kesempatan tersebut, Christian juga mengajak umat Gereja YMY Liliba untuk mendoakan masyarakat yang terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga:
Wabup Kupang Hadiri Simulasi Kampung Siaga Bencana di Takari, Perkuat Kesiapsiagaan Warga

Ajakan tersebut menjadi bagian dari pesan solidaritas agar masyarakat Kota Kupang tidak melupakan warga yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.

Christian mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan dan bantuan sesuai kemampuan masing-masing.

Menurutnya, semangat menjadikan Kota Kupang sebagai Kota Kasih dan rumah bersama harus diwujudkan melalui kepedulian nyata terhadap sesama.

Gereja YMY Liliba Apresiasi Dukungan Pemkot

Romo Yonas Kamlasi menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkot Kupang terhadap pembangunan Gereja YMY Liliba.

Menurutnya, dukungan pemerintah tersebut sejalan dengan semangat sinodalitas dalam Gereja Katolik, yakni membangun kehidupan dengan semangat berjalan bersama.

“Arah dan visi-misi Bapak Wali Kota sesungguhnya sejalan dengan kehendak gereja tentang sinodalitas atau berjalan bersama,” kata Romo Yonas.

Ia menegaskan, kekuatan gereja tidak semata-mata ditentukan oleh kemegahan bangunan fisik.

Lebih penting dari itu adalah persatuan umat dalam menjalankan panggilan untuk menghadirkan nilai-nilai kasih di tengah masyarakat.

“Gereja akan kuat kalau kita bersinode dan bersekutu, bukan hanya untuk kepentingan gereja, tetapi menjadi saksi Kristus di tengah dunia,” ujarnya.

Bantuan Rp100 Juta untuk Tahap Akhir Pembangunan

Bagi panitia pembangunan, bantuan Pemkot Kupang menjadi tambahan energi untuk menyelesaikan pembangunan Gereja YMY Liliba.

Zakarias Saka Muru mengatakan dana hibah sebesar Rp100 juta tersebut akan digunakan untuk mendukung pekerjaan tahap akhir pembangunan gereja.

Prioritas penggunaan dana antara lain untuk pemasangan plafon dan pengecatan bangunan gereja.

“Kedatangan ini merupakan kali kedua Bapak Wali Kota hadir langsung mendukung tempat kami. Bantuan Rp100 juta ini sangat berarti untuk menyelesaikan tahap akhir, khususnya pengerjaan plafon dan pengecatan,” ujar Zakarias.

Ia berharap pembangunan Gereja YMY Liliba dapat segera rampung sehingga bangunan tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Selain menjadi tempat ibadah, gereja diharapkan menjadi ruang perjumpaan dan kebersamaan umat sekaligus masyarakat di lingkungan sekitar.

Pemanfaatan hasil efisiensi anggaran untuk mendukung pembangunan rumah ibadah ini sekaligus menunjukkan upaya Pemkot Kupang mengarahkan penghematan belanja menjadi program yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. (*/kt1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version