Warga Turun Tangan Perbaiki Jalan, Pengamat: Ini Alarm untuk Pemerintah

Reporter : Rocky Editor: Semy
perbaiki jalan-1
Aksi Om Strom dkk memperbaiki salah satu ruas jalan di Kota Kupang. (Foto: Ist)
  • Bagikan

Kupang, KupangTimes.id Fenomena aksi masyarakat menambal jalan rusak di Kota Kupang mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Pengamat Kebijakan Publik Universitas Nusa Cendana (Undana), Lazarus Jehamat, menilai gerakan tersebut sebagai bentuk kepedulian warga sekaligus peringatan keras bagi pemerintah.

Dalam wawancara dengan KupangTimes.id (RakyatNTT Network), Senin (26/4/2026), Lazarus menyebut aksi yang dilakukan kelompok masyarakat seperti Om Strom Cs merupakan respons atas minimnya perhatian terhadap infrastruktur dasar.

Baca Juga:
PERDATIN NTT Lantik Pengurus Baru 2025–2028, Komitmen Perkuat Layanan Anestesi hingga Daerah Terpencil

“Setiap inisiatif seperti ini patut diapresiasi. Ini menjadi alarm bahwa negara harus selalu hadir untuk masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa semata-mata beralasan keterbatasan fiskal untuk menjawab persoalan yang berkembang di publik. Ia menegaskan bahwa penyediaan infrastruktur dasar seperti jalan, pengelolaan sampah, lampu jalan, dan air bersih merupakan tanggung jawab utama negara.

Baca Juga:
Pemkot Kupang Gandeng PLN, Hasil Pengolahan Sampah TPST Alak Disiapkan jadi Bahan Bakar PLTU Bolok

“Soal APBD bukan sekadar ada atau tidak, tetapi soal kehadiran negara. Perbaikan infrastruktur adalah tugas pemerintah, sehingga negara harus segera berbenah,” tegasnya.

Lazarus juga mengingatkan agar fenomena ini tidak dilihat dari sudut pandang politik. Ia menilai Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena C. Francis tidak perlu mengaitkan gerakan masyarakat dengan isu elektabilitas atau kepentingan politik tertentu.

Menurutnya, justru langkah masyarakat tersebut mencerminkan partisipasi aktif warga dalam menjaga fasilitas publik yang seharusnya diapresiasi oleh pemerintah.

“Sulit menilai apakah ini politis atau tidak. Yang jelas ada dua pesan penting: masyarakat terpanggil untuk menjaga fasilitas publik, dan ini menjadi sinyal bahwa potensi masyarakat bisa digerakkan untuk membantu negara,” jelasnya.

Ia menambahkan, fenomena ini harus dijadikan momentum bagi pemerintah untuk memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam menjaga dan merawat infrastruktur kota.

Aksi tambal jalan yang viral di media sosial tersebut tidak hanya menjadi simbol kritik, tetapi juga mencerminkan harapan masyarakat akan kehadiran negara yang lebih nyata dalam memenuhi kebutuhan dasar publik. (rnc04)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version