Tragis! Kasus Penyakit Anjing Gila Kembali Memakan Korban Jiwa di Amfoang Kupang, Meninggal Diduga Suspek Rabies

Reporter : Dedy Editor: Redaksi
1779545431737_169-blur
  • Bagikan

Kapospol Soliu, Aipda Johanis Garets Lerrik, menambahkan bahwa korban mulai bertingkah tidak wajar setelah pulang dari tempat tugasnya di Amfoang Tengah, hingga pihak keluarga terpaksa meminta bantuan aparat kepolisian untuk mengamankan korban sebelum dievakuasi ke fasilitas kesehatan.

Alarm Waspada: Enam Warga Amfoang Barat Laut Turut Digigit

Meninggalnya Wempi Kebo memperpanjang daftar hitam ancaman penyebaran virus rabies di wilayah tersebut. Di lokasi terpisah namun masih dalam satu kecamatan, Camat Amfoang Barat Laut, Imran Kusuma, melaporkan adanya lonjakan kasus gigitan anjing yang diduga kuat terinfeksi rabies.

Baca Juga:
Indonesia Dibayangi Ledakan Kasus Demensia Lansia, Kemenkes: 30 Persen Terindikasi Gangguan Kognitif

“Informasi terakhir, korban gigitan anjing bertambah menjadi enam orang,” jelas Imran.

Tim dari kecamatan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas kini dikerahkan ke Puskesmas Soliu untuk melakukan pendataan detail dan pelacakan (tracing) di lapangan.

Identitas Korban dan Kondisi Terkini

Dari total korban gigitan yang terdata, lima di antaranya teridentifikasi saat sedang beraktivitas di dalam rumah mereka masing-masing di Desa Oelfatu. Kelima korban tersebut adalah:

Paman Saleh

Jack Sae

Win Fomeni

Baca Juga:
Kronologi PPPK di Kupang Meninggal Dunia Akibat Rabies

Petrus Buknoni (Guru SMA Negeri 1 Amfoang Barat Laut)

Deli Banu (Guru SD)

Beruntung, kelima warga yang mayoritas digigit di bagian kaki ini langsung mendapatkan penanganan medis cepat dari pihak puskesmas.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version