Proses pengawetan menggunakan nitrit dapat membentuk senyawa karsinogenik bernama N-nitroso. Sementara itu, proses pengasapan memicu munculnya Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH). Sebuah ulasan ilmiah pada tahun 2019 menunjukkan bahwa konsumsi daging merah olahan secara berlebihan berkorelasi dengan peningkatan risiko kanker lambung.
2. Makanan yang Digoreng
Ketika makanan tinggi pati (karbohidrat) digoreng atau dimasak dalam suhu tinggi, akan terbentuk senyawa kimia bernama akrilamida. Kandungan ini kerap ditemukan pada camilan populer seperti kentang goreng dan keripik kentang.
Studi tahun 2020 mengungkapkan bahwa akrilamida berpotensi merusak DNA sel. Di samping itu, kebiasaan mengonsumsi gorengan berlebih memicu stres oksidatif, peradangan jaringan, serta meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2 yang menjadi pintu masuk sel kanker.
3. Makanan yang Terlalu Matang (Gosong)
Memasak daging dengan suhu terlalu tinggi hingga sangat matang atau gosong dapat memicu reaksi kimia berbahaya. Proses pembakaran atau pemanggangan yang ekstrem menghasilkan zat karsinogenik bernama PAH dan heterocyclic amines (HCA). Zat ini mampu mengubah struktur DNA sel dalam tubuh.
Food and Drug Administration (FDA) menyarankan untuk beralih ke metode memasak yang lebih aman guna meminimalkan zat karsinogen, seperti:
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
