iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Korban Gempa Flores Naik jadi 100 Orang, Aktivitas Gempa Mulai Menurun

Avatar photo
kepala BNPB
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto
  • Bagikan

Maumere, KupangTIMES.ID – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Senin (24/8/2026), korban meninggal dunia mencapai 100 orang.

Selain korban meninggal, sebanyak 1.603 orang mengalami luka-luka dan 180.327 jiwa masih berada di pengungsian.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, kenaikan angka korban meninggal terjadi karena sejumlah korban yang sebelumnya mengalami luka berat dan menjalani perawatan di fasilitas kesehatan akhirnya tidak berhasil diselamatkan.

“Untuk jumlah meninggal, ini perlu kami tegaskan bahwa yang meninggal 100 ini adalah korban gempa yang semula luka berat, yang dirawat di fasilitas kesehatan, ini tidak berhasil diselamatkan,” kata Suharyanto dalam konferensi pers, Senin (24/8/2026).

Menurut dia, pada hari pertama dan kedua pascagempa tercatat 48 orang meninggal dunia. Angka tersebut kemudian meningkat seiring adanya korban luka berat yang meninggal setelah mendapatkan perawatan.

73.818 Rumah Rusak akibat Gempa Flores

Selain korban jiwa, BNPB mencatat kerusakan rumah warga mencapai 73.818 unit.

Rinciannya terdiri dari 23.276 rumah rusak berat, 17.563 rusak sedang, dan 32.979 rusak ringan.

Kerusakan tersebut tersebar di sejumlah wilayah terdampak gempa Flores dan masih dalam proses pendataan serta verifikasi oleh pemerintah bersama instansi terkait.

BNPB juga mencatat sebanyak 1.915 fasilitas umum mengalami kerusakan.

Fasilitas yang terdampak meliputi sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, serta berbagai infrastruktur lainnya yang menunjang aktivitas masyarakat.

Data Korban dan Kerusakan Masih Terus Diperbarui

Suharyanto menegaskan seluruh data korban dan kerusakan yang disampaikan BNPB masih bersifat sementara.

Proses pendataan dilakukan secara berjenjang dari tingkat paling bawah hingga nasional. Data tersebut dikumpulkan mulai dari kampung, rukun tetangga, desa, kecamatan, kabupaten, hingga tingkat nasional.

“Tentu saja ini data sementara, seiring berjalannya waktu, data ini akan semakin lengkap. Data dikumpulkan secara berjenjang bottom-up, dari mulai tingkat yang paling kecil, kampung, rukun tetangga, naik lagi ke atas sampai tingkat desa, camat, bupati, dan di tingkat nasional, baik oleh BPS maupun oleh BNPB,” ujarnya.

Pendataan tersebut diperlukan untuk memastikan penanganan korban dan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan kondisi terbaru di lapangan.

6.409 Gempa Susulan Terjadi

Di sisi lain, aktivitas kegempaan di Flores masih terus berlangsung hingga hari kedelapan setelah gempa utama.

Berdasarkan laporan BMKG, tercatat 6.409 kali gempa susulan terjadi.

Dari jumlah tersebut, gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil berkekuatan M1,1.

Sementara gempa susulan dengan kekuatan M5 atau lebih tercatat sebanyak 33 kali.

Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 139 kali dirasakan oleh masyarakat.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga masih memilih bertahan di lokasi pengungsian. Bahkan, warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan berat pun masih merasa khawatir untuk kembali ke rumah.

“Ini mengakibatkan sampai hari ke-8 terjadinya gempa Flores ini, masyarakat masih banyak yang takut sehingga tetap mengungsi di luar rumah, meskipun rumah-rumahnya tidak terdampak atau rusak ringan,” ujar Suharyanto.

Aktivitas Gempa Mulai Menurun

Meski gempa susulan masih terjadi, BNPB menyebut aktivitas kegempaan dalam dua hari terakhir mulai menunjukkan tren penurunan.

Berdasarkan penjelasan BMKG, dalam 24 jam terakhir hanya terdapat satu gempa susulan yang dirasakan masyarakat.

BNPB menyebut kondisi tersebut menjadi indikasi awal bahwa aktivitas kegempaan mulai berangsur menurun. Namun, masyarakat tetap diminta waspada karena gempa susulan masih berpotensi terjadi.

“Dua hari terakhir, menurut penjelasan BMKG, ini kondisinya sudah mulai menurun. Dalam 24 jam terakhir, ada satu kali gempa yang dirasakan masyarakat,” kata Suharyanto.

Menurut penjelasan BMKG, aktivitas gempa susulan diperkirakan masih berlangsung hingga tiga atau empat minggu setelah gempa utama sebelum kondisi menjadi lebih stabil.

Dengan korban meninggal mencapai 100 orang, 1.603 orang luka-luka, 180.327 warga masih mengungsi, serta puluhan ribu rumah mengalami kerusakan, penanganan dampak gempa Flores masih menjadi prioritas pemerintah.

BNPB bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus melakukan pendataan, penanganan korban, pemenuhan kebutuhan pengungsi, serta pemantauan aktivitas gempa susulan di wilayah terdampak. (*/kt1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *