Kupang, KupangTIMES.ID – Perayaan Dies Natalis ke-64 Universitas Nusa Cendana (Undana) tahun ini dimulai dengan cara yang berbeda. Ratusan sivitas akademika turun langsung ke lapangan mengikuti jalan sehat sambil memungut sampah di lingkungan kampus, Jumat (5/6/2026).
Aksi yang berlangsung sejak pagi itu langsung menjadi perhatian karena tidak hanya menghadirkan semangat kebersamaan, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan.
Dipimpin langsung Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., para peserta yang terdiri dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa menyusuri sejumlah titik di kawasan kampus sambil mengumpulkan sampah plastik dan organik.
Aksi Nyata, bukan Sekadar Perayaan
Kegiatan yang dimulai dari Gedung Klinik Pratama Undana itu menjadi simbol bahwa perayaan ulang tahun kampus tidak harus selalu identik dengan kegiatan seremonial.
Dengan membawa kantong plastik, peserta secara aktif membersihkan lingkungan kampus sebagai bagian dari upaya membangun budaya kampus hijau atau green campus.
Sebelum kegiatan dimulai, Rektor Undana melepas balon ke udara sebagai simbol optimisme menyambut usia ke-64 tahun kampus terbesar di Nusa Tenggara Timur tersebut.
Pesan Kebersamaan dari Rektor Undana
Dalam sambutannya, Prof. Jefri Bale mengingatkan bahwa Undana memiliki tanggung jawab besar terhadap masyarakat NTT. Karena itu, seluruh elemen kampus harus menjaga persatuan dan mengedepankan semangat melayani.
Menurutnya, perbedaan pandangan di lingkungan kampus merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh menjadi penghalang untuk bekerja sama membangun institusi.
“Banyak harapan masyarakat NTT yang dititipkan kepada Undana. Kita harus terus menjadi institusi yang berdampak. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengedepankan semangat kebersamaan untuk melayani mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian karena disampaikan di tengah momentum refleksi hampir enam bulan kepemimpinannya sebagai Rektor Undana.
Pesan Tentang Kegagalan yang Menginspirasi
Tidak hanya berbicara soal lingkungan dan kebersamaan, Prof. Jefri Bale juga menyampaikan pesan yang menyentuh tentang pentingnya berdamai dengan kegagalan.
Menurutnya, kegagalan merupakan bagian dari perjalanan yang harus diterima setiap individu maupun institusi untuk terus berkembang.
“Kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang membuat institusi dan pribadi kita semakin kuat serta dewasa,” tuturnya.
Pesan tersebut mendapat respons positif karena dinilai relevan bagi mahasiswa maupun civitas akademika dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan dan kehidupan.
Bangun Kampus Bersih dan SDM Unggul
Melalui aksi pungut sampah ini, Undana berharap dapat menumbuhkan budaya hidup bersih dan sehat yang berkelanjutan di lingkungan kampus.
Lebih dari sekadar menjaga kebersihan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang mempererat hubungan antarwarga kampus dan memperkuat semangat kolaborasi.
Di tengah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas perguruan tinggi, kebersamaan dan lingkungan kampus yang sehat menjadi modal penting bagi Undana untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Semangat Dies Natalis ke-64 ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana, termasuk menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. (*/rnc)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










