“Kita akan siapkan business plan. Dengan begitu, yang kita tawarkan kepada investor bukan sekadar potensi, tetapi peluang bisnis yang terukur,” jelasnya.
Gubernur menegaskan, penjajakan investasi dengan Polandia tidak boleh berhenti pada tahap pertemuan atau pembahasan awal.
Setiap peluang harus diterjemahkan ke dalam rencana bisnis yang konkret, realistis dan dapat dikembangkan secara bertahap.
Pemerintah Provinsi NTT, kata Melki, siap memberikan dukungan dan fasilitasi bagi calon investor yang berminat mengembangkan usaha di NTT.
“Kita ingin memastikan bahwa investor yang datang mendapatkan kepastian, sementara masyarakat NTT mendapatkan manfaat melalui lapangan kerja, peningkatan produksi, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Gubernur.
Investasi Didorong Berbasis Hilirisasi
Penjajakan kerja sama dengan Polandia tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi NTT dalam mengubah potensi sumber daya daerah menjadi kekuatan ekonomi baru.
Sektor kelautan dan perikanan diarahkan tidak hanya pada produksi bahan mentah, tetapi juga pengolahan. Begitu pula sektor peternakan yang didorong berkembang melalui industri pakan dan rantai produksi yang lebih terintegrasi.
Potensi bambu, kayu jati, pertanian, perkebunan, pariwisata serta energi baru terbarukan juga menjadi bagian dari peluang yang tengah dipetakan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
