Oebobo, KupangTimes.ID – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Kupang berencana melakukan pengkajian ulang terhadap operasional tiga pasar di Kota Kupang yang dinilai belum berjalan optimal. Ketiga pasar tersebut yakni Pasar Alak, Pasar Kuanino, dan Pasar Bimoku.
Direktur Perumda Pasar Kota Kupang, Ganda Raymond Tadjo Tallo, mengungkapkan bahwa salah satu pasar yang kini berhenti beroperasi adalah Pasar Alak. Kondisi itu berdampak langsung terhadap 86 pedagang yang selama ini menggantungkan penghasilan di lokasi tersebut.
“Masalah utama yang terjadi adalah planning position atau penerapan kategori pasar yang belum jelas,” kata Ganda saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026).
Perumda Pasar Kupang Siapkan Kajian Bisnis Jangka Panjang
Menurut Ganda, ketiga pasar tersebut membutuhkan kajian ulang agar memiliki konsep bisnis yang berkelanjutan sesuai potensi wilayah masing-masing.
Ia menilai, penerapan konsep pasar rakyat secara umum tidak bisa diterapkan begitu saja tanpa mempertimbangkan kondisi sosial, tata ruang, hingga kebutuhan masyarakat sekitar.
“Perlu ada pengkajian bisnis jangka panjang agar ada keberlanjutan. Kalau hanya menerapkan seperti pasar rakyat biasa, maka akan terjadi kejadian seperti ini,” ujarnya.
Perumda Pasar Kota Kupang juga berencana melibatkan akademisi untuk menyusun konsep pengembangan pasar berdasarkan kajian ekonomi pembangunan dan tata ruang kota.
Pasar Alak Dinilai Belum Menyentuh Potensi Sebenarnya
Ganda menjelaskan, sejak dirinya dilantik pada Januari 2026, ia langsung meninjau kondisi Pasar Alak. Saat itu, aktivitas pasar disebut sudah mengalami penurunan drastis.
Dari total pedagang yang ada, hanya tersisa lima orang yang masih bertahan berjualan di dalam gedung pasar.
Padahal secara lokasi, Pasar Alak dinilai strategis karena berada di pusat Kecamatan Alak yang memiliki jumlah penduduk cukup padat.
Selain itu, kawasan Alak juga berpotensi menjadi titik transit keluar masuk barang dari dalam maupun luar Kota Kupang.
Namun, menurutnya, lokasi pasar yang berada di area luar serta minim akses penghubung menuju kawasan perumahan membuat daya beli masyarakat menjadi rendah.
“Menuju pasar rakyat itu masih sangat kurang karena wilayah Alak merupakan daerah produsen hortikultura. Jadi tantangannya berbeda,” jelasnya.
Pasar Bimoku dan Alak Diproyeksikan jadi Pasar Transit
Secara internal, Perumda Pasar melihat Pasar Bimoku dan Pasar Alak lebih cocok dikembangkan sebagai pasar transit atau terminal distribusi barang dan ternak.
Konsep tersebut dinilai lebih sesuai dengan karakter wilayah dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Meski demikian, rencana tersebut masih membutuhkan kajian akademis agar dapat diterapkan secara tepat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Pasar Kuanino juga dinilai mengalami perubahan fungsi akibat pergeseran kebutuhan masyarakat.
Perumda Pasar bahkan mulai mempertimbangkan konsep baru seperti pasar organik atau pasar buah yang dianggap lebih relevan dengan gaya hidup masyarakat saat ini.
“Mungkin bisa diarahkan menjadi pasar organik atau pasar buah sesuai kebutuhan sekarang,” kata Ganda.
Perumda Janji Cari Solusi untuk 86 Pedagang Pasar Alak
Terkait nasib 86 pedagang Pasar Alak yang terdampak, Ganda memastikan Perumda Pasar akan menyiapkan solusi jangka pendek sembari menunggu hasil kajian pengembangan pasar.
Ia menegaskan langkah yang diambil bertujuan agar ketiga pasar tersebut tetap eksis dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
“Minimal jangka pendek ini harus dibuatkan solusi supaya tidak menggantung 86 pedagang ini,” pungkasnya. (kt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
