Menanggapi hal itu, Hilda Manafe memberikan apresiasi terhadap kinerja PNM Mekaar yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
“Pertama, saya apresiasi dan memberikan penghargaan atas kerja keras dan pelayanan PNM Mekaar di NTT yang sudah menjangkau seluruh kabupaten dan kota di NTT, dengan melayani lebih dari 400 ribu ibu-ibu prasejahtera,” ujar Hilda Manafe dalam forum tersebut.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut juga tercermin dari rendahnya tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) di wilayah NTT.
Ia mengungkapkan bahwa masyarakat NTT menunjukkan tingkat kedisiplinan yang tinggi dalam mengembalikan pinjaman.
“Saya juga telah berdiskusi dengan Kepala Regional Manager PNM Mekaar NTT. NTT termasuk daerah yang berprestasi dalam pengembalian pinjaman dengan tingkat NPL yang sangat kecil,” katanya.
Hilda juga mengaku senang karena layanan PNM Mekaar kini telah menjangkau daerah kepulauan terluar, termasuk Kabupaten Sabu Raijua.
“Saya baru pulang reses dari Kabupaten Sabu Raijua dan saya senang PNM Mekaar sudah mulai beroperasi di sana. Terima kasih,” ujarnya.
Soroti Tingginya Cost of Fund PNM
Meski mengapresiasi capaian perusahaan, Hilda Manafe turut memberikan sejumlah catatan terkait struktur pembiayaan PT Permodalan Nasional Madani.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
