Jakarta, KupangTIMES.ID – Kota Kupang kembali mencatat prestasi di tingkat nasional setelah berhasil mempertahankan predikat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Terbaik I wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua (Nusampua) selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2025 dan 2026.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong transformasi digital pemerintahan, khususnya melalui elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) dan digitalisasi layanan keuangan daerah.
Pada Championship TP2DD 2026, Kota Kupang kembali ditetapkan sebagai TP2DD Kota Terbaik I wilayah Nusampua. Penghargaan tersebut diumumkan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Rakornas P2DD) 2026.
Pengumuman berlangsung dalam rangkaian pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI x IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Sebelumnya, Kota Kupang juga tercatat sebagai TP2DD Kota Terbaik wilayah Nusampua pada 2025.
Christian Widodo: Mempertahankan Prestasi Lebih Sulit
Wali Kota Kupang Christian Widodo mengatakan keberhasilan mempertahankan penghargaan tersebut justru membawa tanggung jawab yang lebih besar bagi pemerintah daerah.
Menurutnya, penghargaan tidak boleh menjadi alasan untuk berpuas diri. Capaian tersebut harus menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan kepada masyarakat.
“Mempertahankan lebih sulit daripada meraih. Karena itu, penghargaan ini harus menjadi dorongan untuk meningkatkan standar kerja dan memastikan digitalisasi benar-benar membuat pelayanan publik lebih mudah, cepat, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Christian.
Di bawah kepemimpinan Christian Widodo bersama Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis, digitalisasi pemerintahan diarahkan tidak hanya pada penggunaan teknologi.
Digitalisasi juga ditempatkan sebagai bagian dari pembenahan tata kelola pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Digitalisasi Pajak dan Retribusi Terus Diperkuat
Sejumlah langkah telah dilakukan Pemerintah Kota Kupang melalui penguatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi, hingga pengembangan layanan BARONDA (Bayar Pajak Online Daerah).
Pengembangan berbagai kanal pembayaran digital tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak dan retribusi daerah.
Pada sisi pemerintah, digitalisasi transaksi juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.
Dengan semakin luasnya penggunaan transaksi digital, masyarakat diharapkan tidak lagi harus bergantung pada proses pembayaran secara konvensional dalam mengakses sejumlah layanan pemerintah daerah.
Bukan Sekadar Memindahkan Layanan ke Layar
Christian menegaskan, keberhasilan transformasi digital tidak cukup hanya diukur dari jumlah layanan pemerintah yang telah menggunakan sistem elektronik.
Menurutnya, ukuran yang lebih penting adalah perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita tidak sekadar memindahkan pelayanan dari meja ke layar. Yang kita bangun adalah cara baru pemerintah melayani, lebih sederhana, lebih cepat, lebih transparan, dan semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.
Pandangan tersebut menempatkan digitalisasi sebagai instrumen untuk memperbaiki kualitas interaksi antara pemerintah dan masyarakat, bukan sekadar sebagai pemanfaatan teknologi dalam administrasi pemerintahan.
Rekam Jejak TP2DD Kota Kupang
Prestasi 2026 sekaligus memperpanjang rekam jejak Kota Kupang dalam ajang Championship TP2DD.
Kota Kupang sebelumnya meraih Terbaik II pada 2023, kemudian meningkat menjadi Terbaik I pada 2024. Predikat tersebut kembali dipertahankan pada 2025 dan 2026.
Rangkaian capaian tersebut menunjukkan konsistensi Pemerintah Kota Kupang dalam mengembangkan elektronifikasi transaksi dan ekosistem digitalisasi keuangan daerah.
Christian menyebut pencapaian tersebut bukan hasil kerja pemerintah daerah semata. Menurutnya, pengembangan ekosistem transaksi digital membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, perangkat daerah, pelaku usaha hingga masyarakat memiliki peran dalam memperluas penggunaan transaksi digital di Kota Kupang.
Fokus Digitalisasi Diperluas
Christian menegaskan penghargaan TP2DD 2026 tidak boleh berhenti sebagai catatan prestasi.
Pemerintah Kota Kupang akan terus memperluas transformasi digital, tidak hanya pada pembayaran pajak dan retribusi, tetapi juga menuju ekosistem ekonomi digital yang lebih luas.
Sejumlah fokus ke depan antara lain perluasan transaksi non-tunai, peningkatan literasi digital masyarakat, dukungan terhadap UMKM, penguatan integrasi layanan serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
“Kita apresiasi capaian ini, tetapi setelah penghargaan, pekerjaan kita justru semakin besar. Ukuran akhirnya bukan penghargaan, melainkan seberapa jauh masyarakat merasakan manfaat dari perubahan yang kita lakukan,” tegas Christian.
Dengan demikian, capaian TP2DD 2026 menjadi momentum bagi Kota Kupang untuk melanjutkan transformasi digital sekaligus memastikan teknologi yang dikembangkan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. (*/kt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
