iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Panti Asuhan di Kota Kupang Terbakar, Berkas Penting dan Perabot Hangus Dilalap Api

Avatar photo
kebakaran
Gedung Panti Asuhan yang terbakar. (Foto: Ist)
  • Bagikan

Kota Raja, KupangTimes.ID – Sebuah bangunan yang dijadikan Panti Asuhan Guardin Hoky Angel di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terbakar pada Rabu (13/5/2026) siang.

Bangunan milik Emanuel Mali tersebut berada di Jalan Nanga Jamal, RT 009/RW 004, Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Warga Amfoang Diterkam Buaya saat Mandi di Muara Naus, Tim SAR Turun Tangan

Saat kejadian, pengasuh panti asuhan, Suster Marisa Da Costa (52), sedang berada di ruang tamu bersama anak-anak panti.

Tidak lama kemudian, Suster Marisa mencium bau kebakaran yang cukup menyengat di sekitar bangunan panti asuhan.

Merasa curiga, ia langsung menuju salah satu kamar di bagian depan rumah dan melihat asap serta api keluar dari tumpukan kasur atau spring bed yang disusun di dalam kamar tersebut.

Melihat kobaran api mulai membesar, Suster Marisa segera memanggil seluruh anak panti asuhan dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Baca Juga:
Perbaikan Jalan GOR Flobamora Kupang Dimulai, Proyek Rp5,5 Miliar Target Rampung 150 Hari

Ia kemudian mengevakuasi anak-anak keluar dari bangunan, termasuk menggendong seorang bayi berusia lima bulan demi menyelamatkan diri dari kobaran api.

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung datang membantu memadamkan api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Namun, sejumlah berkas dan surat-surat penting milik pengasuh maupun anak-anak panti asuhan tidak berhasil diselamatkan karena hangus terbakar.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kupang kemudian tiba di lokasi dan bersama warga berupaya memadamkan kobaran api agar tidak merembet ke bagian bangunan lainnya.

Saat kebakaran terjadi, kondisi angin dilaporkan bertiup cukup kencang sehingga membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.

Api diketahui pertama kali muncul dari tumpukan kasur atau spring bed yang disusun tiga lapis di dalam kamar, sehingga api dengan cepat menyebar.

Beruntung, peristiwa kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Meski demikian, kebakaran menyebabkan kerugian materiil berupa rusaknya bangunan dan sejumlah barang penting milik penghuni panti asuhan.

Hingga kini, besaran kerugian akibat kebakaran tersebut masih dalam pendataan pihak terkait. (*/kt1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *