“Pancasila adalah sumbangan terbaik masyarakat Nusa Tenggara Timur kepada Indonesia. Karena itu, Pancasila tidak boleh hanya dihafal atau diucapkan saat upacara, tetapi harus hidup dalam tindakan dan perilaku kita sehari-hari,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Christian Widodo juga mengajak masyarakat mensyukuri perjalanan panjang Kota Kupang yang baru saja memperingati usia ke-140 tahun dan 30 tahun sebagai daerah otonom.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, ASN, TNI, Polri, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi menjaga keamanan, ketertiban, dan pembangunan daerah.
Menurutnya, makna otonomi daerah tidak hanya sebatas kewenangan pemerintahan, tetapi juga bagaimana menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah mempercepat tindak lanjut berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat agar pelayanan publik semakin efektif dan responsif.
Wali Kota juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya persoalan ekonomi maupun pembangunan fisik, tetapi menjaga toleransi, persaudaraan, dan ruang sosial yang damai, khususnya bagi generasi muda.
“Bangsa tidak runtuh ketika gedung-gedungnya hancur. Bangsa runtuh ketika rasa persaudaraan di antara rakyatnya hilang,” ungkapnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










