Menurut Daniel, Unstar telah berdiri selama kurang lebih 25 tahun dan telah meluluskan lebih dari seribu alumni melalui 15 kali wisuda.
“Kami punya kebanggaan tersendiri dengan kehadiran Ibu Hilda di kampus ini. Semoga ada perhatian khusus bagi perguruan tinggi swasta di daerah,” ujarnya.
Daniel mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi kampus adalah keterbatasan biaya pendidikan mahasiswa yang sebagian besar berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Ia menjelaskan, efisiensi anggaran turut menjadi kendala dalam pengelolaan pendidikan tinggi di daerah, meski pihak kampus terus berupaya bertahan melalui program bantuan pendidikan seperti KIP Kuliah dan dukungan pemerintah daerah.
Selain itu, pihak kampus berharap adanya dukungan beasiswa bagi mahasiswa serta kesempatan studi lanjut S3 bagi dosen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Saat ini, Unstar memiliki dua fakultas hasil merger dari enam fakultas sebelumnya, yakni Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Sosial dan Humaniora. Kebijakan tersebut diambil akibat keterbatasan tenaga pengajar dan jumlah mahasiswa.
Di akhir sambutannya, Daniel mengajak mahasiswa tetap semangat menempuh pendidikan dan menjadikan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sebagai motivasi untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan daerah. (kt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










