Ia mengungkapkan, jumlah dokter spesialis anestesiologi di NTT terus mengalami peningkatan. Saat ini terdapat 48 dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif yang telah bertugas di 21 kabupaten dan satu kota.
Namun demikian, masih terdapat satu daerah yang belum memiliki dokter spesialis anestesi secara definitif, yakni Kabupaten Flores Timur.
“Untuk sementara, pelayanan di daerah tersebut dibantu oleh peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana,” ujar dr. Robinzon.
Pemerataan Dokter Spesialis jadi Prioritas
Menurut dr. Robinzon, pemerataan tenaga dokter spesialis anestesi merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama untuk layanan pembedahan, kegawatdaruratan, obstetri, hingga perawatan intensif.
Ia berharap dalam beberapa tahun ke depan seluruh rumah sakit di setiap kabupaten dan kota di NTT mampu menyelenggarakan pelayanan perioperatif dan terapi intensif secara optimal.
Dengan demikian, pasien tidak selalu harus dirujuk ke rumah sakit di daerah lain hanya karena keterbatasan layanan.
“Kalaupun pasien kritis harus dirujuk, mereka sudah mendapatkan stabilisasi dan tata laksana intensif terlebih dahulu sehingga proses transportasi menjadi lebih aman dan peluang keselamatan pasien semakin besar,” jelasnya.
IDI NTT Apresiasi Perkembangan PERDATIN
Ketua IDI Wilayah NTT, dr. Stefanus Dhe Soka, Sp.B, mengapresiasi perkembangan PERDATIN NTT yang dinilai terus memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di provinsi kepulauan tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










