Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan moral, karakter, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Ia mengibaratkan keberagaman masyarakat Kota Kupang seperti nada dalam sebuah lagu dan benang-benang dalam kain tenun. Meski berbeda, seluruh unsur mampu berpadu menjadi harmoni yang indah.
“Persatuan bukan berarti menjadi sama, tetapi mampu berjalan bersama dalam perbedaan. Keberagaman bukan penghalang, melainkan kekuatan yang mempersatukan kita untuk membangun Kota Kupang sebagai rumah bersama,” ungkapnya.
Mengutip sebuah ungkapan bijak, Wali Kota mengatakan bahwa datang bersama adalah sebuah permulaan, tetap bersama merupakan kemajuan, sedangkan mampu bekerja bersama menjadi kunci kesuksesan.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi lintas agama, lintas suku, dan lintas budaya demi mewujudkan Kota Kupang yang semakin harmonis dan berdaya saing.
Pemkot Komitmen Perkuat Toleransi
Menutup sambutannya, Christian Widodo mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE kepada seluruh umat Buddha.
Ia berharap momentum suci tersebut menghadirkan kedamaian, kebijaksanaan, dan semangat cinta kasih yang semakin mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










