“Kalau kita tidak siap dengan data yang akurat dan cepat, peluang bantuan dari pusat bisa dialihkan ke daerah lain yang lebih siap,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor agar tidak terjadi perbedaan data antarinstansi yang dapat menghambat program pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki turut mengapresiasi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di NTT yang berlangsung aman dan kondusif. Ia menilai hal ini mencerminkan kedewasaan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara damai.
“Momentum May Day harus menjadi ruang dialog antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah untuk mencari solusi bersama,” katanya.
Di sektor pendidikan, Gubernur Melki juga menyinggung peluncuran Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Gerakan Jam Belajar yang diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Program ini mendorong keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah setiap Senin hingga Jumat di luar jam sekolah, dengan penyesuaian terhadap kondisi keluarga dan budaya lokal.
Gerakan Jam Belajar tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mencakup pembinaan karakter, penguatan nilai keagamaan, literasi, hingga interaksi positif dalam keluarga. Pembatasan penggunaan gawai juga menjadi bagian penting dalam kebijakan ini.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










