Kupang, KupangTimes.ID – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin (4/5/2026) pagi.
Apel tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Plh. Sekretaris Daerah Flouri Rita Wuisan, para staf ahli gubernur, asisten sekda, serta pimpinan perangkat daerah.
Dalam arahannya, Gubernur Melki menekankan pentingnya disiplin dan efektivitas kerja, terutama di tengah banyaknya hari libur pada bulan Mei. Ia meminta seluruh ASN memanfaatkan hari kerja secara optimal agar tidak menumpuk pekerjaan di kemudian hari.
“Bulan Mei banyak hari liburnya, oleh karena itu waktu kerja yang ada harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Walau banyak libur, tugas tetap harus berjalan optimal,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur Melki mendorong seluruh pemerintah daerah di NTT untuk segera menyiapkan data yang akurat dan terintegrasi guna mendukung akses terhadap berbagai program pemerintah pusat.
Menurutnya, kesiapan data menjadi kunci utama agar daerah tidak kehilangan peluang mendapatkan alokasi program nasional, mulai dari sektor infrastruktur, sosial, kesehatan, hingga ekonomi.
“Kalau kita tidak siap dengan data yang akurat dan cepat, peluang bantuan dari pusat bisa dialihkan ke daerah lain yang lebih siap,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor agar tidak terjadi perbedaan data antarinstansi yang dapat menghambat program pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki turut mengapresiasi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di NTT yang berlangsung aman dan kondusif. Ia menilai hal ini mencerminkan kedewasaan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara damai.
“Momentum May Day harus menjadi ruang dialog antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah untuk mencari solusi bersama,” katanya.
Di sektor pendidikan, Gubernur Melki juga menyinggung peluncuran Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Gerakan Jam Belajar yang diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Program ini mendorong keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah setiap Senin hingga Jumat di luar jam sekolah, dengan penyesuaian terhadap kondisi keluarga dan budaya lokal.
Gerakan Jam Belajar tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mencakup pembinaan karakter, penguatan nilai keagamaan, literasi, hingga interaksi positif dalam keluarga. Pembatasan penggunaan gawai juga menjadi bagian penting dalam kebijakan ini.
“Gerakan ini untuk memastikan anak-anak tetap memiliki waktu belajar berkualitas di rumah dan mengurangi dampak negatif penggunaan handphone,” jelasnya.
Di akhir arahannya, Gubernur Melki mengingatkan pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) terhadap karya anak-anak NTT. Ia mencontohkan lagu viral “Lu Kenal Veronica Ko” karya anak NTT yang berpotensi diklaim pihak lain karena belum memiliki perlindungan hukum.
“Karya anak-anak NTT harus didaftarkan agar terlindungi dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” tegasnya.
Ia berharap langkah ini dapat mendorong generasi muda NTT untuk terus berinovasi dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (*/kt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










