Selain itu, angka kemiskinan turun dari 19,02 persen menjadi 17,50 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka menurun dari 3,80 persen menjadi 3,10 persen. Kendati demikian, DPRD mengingatkan bahwa kualitas pekerjaan, produktivitas tenaga kerja, serta ketahanan ekonomi keluarga harus terus diperkuat.
“Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran harus diikuti dengan peningkatan kualitas pekerjaan dan kemampuan ekonomi masyarakat,” lanjut Astria.
Di sisi lain, DPRD juga menyoroti kenaikan Gini Rasio dari 0,315 menjadi 0,322 yang mengindikasikan meningkatnya ketimpangan distribusi pendapatan di tengah pertumbuhan ekonomi.
“Ketimpangan pendapatan perlu menjadi perhatian agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh sebagian kelompok,” ujarnya.
Untuk meningkatkan dampak pembangunan, DPRD mendorong penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi serta percepatan penanganan stunting. Selain itu, hilirisasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan masyarakat.
Pendekatan pembangunan berbasis data juga menjadi sorotan utama guna memastikan program pemerintah tepat sasaran dan menjangkau kelompok yang paling membutuhkan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










