Kelapa Lima, KupangTIMES.ID – Kondisi infrastruktur di Kota Kupang kembali menjadi perhatian DPRD. Anggota Komisi III DPRD Kota Kupang, Mokrianus Lay, mendesak Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum (PUPR) agar segera memperbaiki akses jalan menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Oeba yang dinilai sudah tidak layak.
Desakan tersebut disampaikan Mokrianus usai mengikuti rapat pembahasan bersama Dinas PUPR Kota Kupang di tingkat komisi, Kamis (25/6/2026).
Menurut legislator Partai Hanura itu, jalan menuju TPI Oeba merupakan akses strategis yang menopang aktivitas ekonomi ribuan masyarakat setiap hari.
“TPI merupakan salah satu pusat perputaran ekonomi di Kota Kupang. Hampir 70 persen masyarakat beraktivitas dan bertransaksi di sana, sehingga sudah seharusnya didukung dengan infrastruktur yang memadai,” tegas Mokrianus.
Infrastruktur Dinilai Belum Menjadi Prioritas
Mokrianus menilai perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur masih belum merata. Ia mempertanyakan prioritas anggaran yang dialokasikan untuk sejumlah proyek lain, sementara akses menuju salah satu pusat ekonomi masyarakat justru belum mendapat penanganan maksimal.
Menurutnya, keberadaan jalan yang baik tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengguna, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi hasil perikanan dan aktivitas para pedagang.
“Kami berharap pemerintah segera mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki jalan masuk menuju TPI Oeba karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Lampu Jalan jadi Keluhan Warga saat Reses
Selain kondisi jalan, Mokrianus juga menyoroti persoalan pemasangan lampu penerangan jalan lingkungan yang hingga kini masih banyak dikeluhkan masyarakat.
Ia mengaku menerima banyak aspirasi warga saat melaksanakan reses. Namun, sebagian besar usulan tersebut belum terealisasi.
Yang menjadi perhatian, menurutnya, terdapat ketimpangan dalam pelayanan pemasangan lampu jalan di sejumlah wilayah.
“Saat kami mengusulkan pemasangan lampu, alasannya selalu stok tidak tersedia. Tetapi kenyataannya di lokasi lain permintaan langsung dipenuhi. Padahal masih berada dalam RT yang sama, hanya berbeda gang,” ungkapnya.
Minta Pemerataan Pembangunan
Mokrianus menegaskan seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui reses telah menjadi bagian dari pokok-pokok pikiran DPRD sehingga seharusnya mendapat perhatian yang sama dalam proses perencanaan pembangunan.
Ia berharap pemerintah menerapkan prinsip pemerataan agar seluruh warga memperoleh pelayanan yang adil tanpa membedakan wilayah.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dikeluarkan, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat.
Infrastruktur yang Layak, Ekonomi Warga Semakin Bergerak
Bagi para pedagang, nelayan, dan warga yang setiap hari beraktivitas di kawasan TPI Oeba, kondisi jalan yang rusak bukan sekadar persoalan kenyamanan.
Infrastruktur yang buruk dapat memperlambat distribusi hasil tangkapan, meningkatkan biaya transportasi, hingga mengurangi kenyamanan pembeli yang datang ke pusat perikanan tersebut.
Hal yang sama juga dirasakan warga di lingkungan permukiman yang masih minim penerangan jalan. Selain mengganggu aktivitas pada malam hari, keterbatasan lampu jalan juga menimbulkan kekhawatiran terhadap aspek keamanan.
Karena itu, DPRD Kota Kupang berharap perbaikan jalan menuju TPI Oeba dan pemerataan pemasangan lampu penerangan lingkungan segera menjadi prioritas pemerintah agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Kota Kupang. (kt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










