“Kami berharap pemerintah segera mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki jalan masuk menuju TPI Oeba karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Lampu Jalan jadi Keluhan Warga saat Reses
Selain kondisi jalan, Mokrianus juga menyoroti persoalan pemasangan lampu penerangan jalan lingkungan yang hingga kini masih banyak dikeluhkan masyarakat.
Ia mengaku menerima banyak aspirasi warga saat melaksanakan reses. Namun, sebagian besar usulan tersebut belum terealisasi.
Yang menjadi perhatian, menurutnya, terdapat ketimpangan dalam pelayanan pemasangan lampu jalan di sejumlah wilayah.
“Saat kami mengusulkan pemasangan lampu, alasannya selalu stok tidak tersedia. Tetapi kenyataannya di lokasi lain permintaan langsung dipenuhi. Padahal masih berada dalam RT yang sama, hanya berbeda gang,” ungkapnya.
Minta Pemerataan Pembangunan
Mokrianus menegaskan seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui reses telah menjadi bagian dari pokok-pokok pikiran DPRD sehingga seharusnya mendapat perhatian yang sama dalam proses perencanaan pembangunan.
Ia berharap pemerintah menerapkan prinsip pemerataan agar seluruh warga memperoleh pelayanan yang adil tanpa membedakan wilayah.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dikeluarkan, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat.
Infrastruktur yang Layak, Ekonomi Warga Semakin Bergerak
Bagi para pedagang, nelayan, dan warga yang setiap hari beraktivitas di kawasan TPI Oeba, kondisi jalan yang rusak bukan sekadar persoalan kenyamanan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










