JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat melakukan standardisasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah terbaru, BGN akan segera menyusun Bank Menu Badan Gizi Nasional yang bakal diterapkan di seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia.
Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk menyamakan standar gizi sekaligus mempermudah kerja para petugas di lapangan.
“Jadi menu itu sudah kita tentukan, satu bulan itu. Seluruh Indonesia nanti mengambil saja dari situ,” ujar Nanik dalam acara Sosialisasi Keamanan Pangan untuk Pengawas Gizi dan Jurutama Masak SPPG se-Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Terobosan ini disambut meriah oleh para pengawas gizi dan jurutama masak yang hadir. Nanik berseloroh, adanya Bank Menu ini akan memberikan work-life balance sehingga para pekerja lapangan tidak perlu lagi menghabiskan waktu menyusun menu dari nol setiap hari.
Selama ini, para Pengawas Gizi kerap mengeluhkan rumitnya menyusun variasi makanan sehat yang harus klop dengan anggaran ketat, yakni Rp10.000 untuk satu porsi MBG.
Sanksi Tegas Bagi Mitra Nakal: Langsung Suspend Tanpa Insentif
Selain mempermudah penyusunan porsi, kehadiran Bank Menu Badan Gizi Nasional ini juga menjadi senjata untuk menekan ruang gerak mitra atau penyedia bahan baku yang nakal. Nanik menyoroti praktik di lapangan di mana mitra sering kali mengirimkan bahan makanan yang tidak sesuai dengan rencana menu yang diajukan pengawas.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






