iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tragis! Kasus Penyakit Anjing Gila Kembali Memakan Korban Jiwa di Amfoang Kupang, Meninggal Diduga Suspek Rabies

Avatar photo
Reporter : Dedy Editor: Redaksi
1779545431737_169-blur
  • Bagikan

KUPANG — Kasus penyakit anjing gila kembali memakan korban jiwa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang aparatur sipil negara dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bernama Wempi Kebo, dilaporkan meninggal dunia di Puskesmas Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang setelah menunjukkan gejala klinis suspek rabies.

Kisah ini terasa memilukan lantaran korban diketahui baru saja dinyatakan lulus dalam seleksi PPPK dan sehari-hari bertugas di Kantor Camat Amfoang Tengah.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

“Betul, korban meninggal di Puskesmas Soliu dengan dugaan gejala rabies. Beliau bekerja di kantor camat Amfoang Tengah,” konfirmasi Sekretaris Desa Saukibe, Jhoni Kuanine, Sabtu (23/5/2026).

Kronologi Kejadian: Korban Digigit Anjing Dua Kali

Berdasarkan keterangan pihak desa, Wempi Kebo yang merupakan warga Desa Saukibe ini diketahui sempat mengalami dua kali gigitan anjing dalam waktu berdekatan pada bulan Mei 2026.

Baca Juga:
Indonesia Dibayangi Ledakan Kasus Demensia Lansia, Kemenkes: 30 Persen Terindikasi Gangguan Kognitif

Gigitan Pertama: Terjadi pada awal Mei 2026.

Gigitan Kedua: Terjadi pada 14 Mei 2026 saat korban berada di Desa Oelfatu.

Sayangnya, pasca-kejadian tersebut, pihak keluarga tidak langsung melaporkan peristiwa gigitan ke aparat pemerintah desa maupun petugas medis terdekat. Korban baru dilarikan ke puskesmas setelah kondisinya memburuk dan mulai menunjukkan gejala khas kasus rabies di Kabupaten Kupang, seperti hidrofobia (takut air), takut udara, dan sensitif terhadap cahaya.

Kapospol Soliu, Aipda Johanis Garets Lerrik, menambahkan bahwa korban mulai bertingkah tidak wajar setelah pulang dari tempat tugasnya di Amfoang Tengah, hingga pihak keluarga terpaksa meminta bantuan aparat kepolisian untuk mengamankan korban sebelum dievakuasi ke fasilitas kesehatan.

Alarm Waspada: Enam Warga Amfoang Barat Laut Turut Digigit

Meninggalnya Wempi Kebo memperpanjang daftar hitam ancaman penyebaran virus rabies di wilayah tersebut. Di lokasi terpisah namun masih dalam satu kecamatan, Camat Amfoang Barat Laut, Imran Kusuma, melaporkan adanya lonjakan kasus gigitan anjing yang diduga kuat terinfeksi rabies.

“Informasi terakhir, korban gigitan anjing bertambah menjadi enam orang,” jelas Imran.

Tim dari kecamatan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas kini dikerahkan ke Puskesmas Soliu untuk melakukan pendataan detail dan pelacakan (tracing) di lapangan.

Identitas Korban dan Kondisi Terkini

Dari total korban gigitan yang terdata, lima di antaranya teridentifikasi saat sedang beraktivitas di dalam rumah mereka masing-masing di Desa Oelfatu. Kelima korban tersebut adalah:

Paman Saleh

Jack Sae

Win Fomeni

Petrus Buknoni (Guru SMA Negeri 1 Amfoang Barat Laut)

Deli Banu (Guru SD)

Beruntung, kelima warga yang mayoritas digigit di bagian kaki ini langsung mendapatkan penanganan medis cepat dari pihak puskesmas.

Kondisi Stok Vaksin: Camat Imran Kusuma memastikan bahwa stok Vaksin Antirabies (VAR) di Puskesmas Soliu dalam kondisi aman. Kelima korban selamat tersebut sudah mendapatkan suntikan VAR sebanyak dua kali dan kini diperbolehkan pulang untuk rawat jalan.

Sebagai langkah antisipasi sisa penularan, Pemerintah Desa Oelfatu bersama warga setempat kini tengah memburu anjing liar tak bertuan yang menjadi aktor utama rentetan gigitan tersebut untuk segera dilakukan tindakan eliminasi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *