iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

9 Pelajar di Kupang Diamankan Polisi saat Pesta Miras, Beberapa Masih Berseragam Sekolah

Avatar photo
siswa mabuk
Para siswa yang tertangkap minum miras jalani pembinaan di Mapolsek Maulafa, Kamis (4/6/2026). (Foto: Ist)
  • Bagikan

Maulafa, KupangTIMES.ID – Sembilan pelajar dari sejumlah sekolah menengah di Kota Kupang diamankan personel Polsek Maulafa, Polresta Kupang Kota, saat kedapatan mengonsumsi minuman keras (miras) di kawasan Perumahan Cendana, Jalan Oe’ekam, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kamis (4/6/2026) malam.

Kesembilan pelajar tersebut masing-masing berinisial JL, RR, WT, MH, DA, ZN, MB, SL, dan MK. Mereka ditemukan sedang berkumpul sambil mengonsumsi miras setelah polisi menerima laporan dari warga yang merasa resah dengan aktivitas kelompok remaja tersebut.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Seret Balmon Kupang dan 3 Perusahaan, PN Oelamasi Gelar Sidang Lokasi Sengketa Tanah 174 Hektare di Kuanheun

Kapolsek Maulafa, AKP Fery Nur Alamsyah, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan masyarakat dengan mengerahkan personel piket ke lokasi kejadian.

“Setelah menerima informasi dari warga, kami segera mengirim anggota ke lokasi. Saat tiba di tempat kejadian, petugas mendapati sembilan pelajar sedang berkumpul. Beberapa di antaranya masih mengenakan seragam sekolah, yang menunjukkan mereka tidak langsung pulang setelah kegiatan belajar mengajar selesai,” ujar AKP Fery.

Menurut informasi warga, para pelajar tersebut telah berkumpul sejak sekitar pukul 15.00 Wita hingga malam hari. Aktivitas mereka mengonsumsi miras menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar sehingga warga meminta polisi untuk mengambil tindakan.

Diberi Pembinaan dan Diserahkan ke Orang Tua

Setelah diamankan, seluruh pelajar dibawa ke Mapolsek Maulafa untuk menjalani pembinaan dan diberikan nasihat terkait dampak negatif konsumsi minuman keras serta pentingnya menjaga perilaku sebagai pelajar.

Polisi juga memanggil orang tua masing-masing untuk hadir ke kantor polisi. Setelah proses pembinaan selesai, para pelajar diserahkan kembali kepada keluarga mereka dalam keadaan sehat.

Penyerahan dilakukan secara kekeluargaan dengan harapan orang tua dapat meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di luar rumah, terutama setelah jam sekolah berakhir.

Polisi Prihatin Maraknya Pelajar Konsumsi Miras

Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol Djoko Lestari melalui Kapolsek Maulafa menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena pelajar yang terlibat konsumsi minuman keras.

“Kami sangat prihatin dengan maraknya pelajar yang terlibat konsumsi miras. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara aparat keamanan, sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk melakukan pengawasan serta pembinaan,” tegas AKP Fery.

Ia menambahkan, Polsek Maulafa akan terus meningkatkan patroli dan operasi rutin di sejumlah titik yang dianggap rawan menjadi tempat berkumpulnya remaja untuk melakukan aktivitas negatif.

Polisi akan Datangi Sekolah

Sebagai langkah pencegahan, Polsek Maulafa berencana mengunjungi sekolah-sekolah tempat para pelajar tersebut menempuh pendidikan. Kunjungan itu bertujuan memperkuat koordinasi dengan pihak sekolah sekaligus memberikan edukasi mengenai bahaya minuman keras dan dampak pergaulan negatif bagi generasi muda.

“Kami tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan langkah preventif melalui edukasi. Dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan sekolah-sekolah terkait,” jelasnya.

Kapolsek juga mengimbau para orang tua untuk lebih aktif memantau aktivitas anak-anak mereka, termasuk lingkungan pergaulan dan kebiasaan sehari-hari.

“Jangan biarkan anak-anak berkeliaran tanpa pengawasan hingga larut malam. Orang tua perlu mengetahui dengan siapa mereka bergaul dan aktivitas apa yang dilakukan setelah pulang sekolah,” katanya.

Polsek Maulafa turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan maupun pelanggaran hukum yang melibatkan remaja dan pelajar demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kota Kupang. (*/kt1)

Baca Juga:
Pria di Amarasi Bobol Rumah Pastori saat Ibadah, Emas Pendeta Rp70 Juta Raib

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *