Melalui mimbar gereja, ia menyebut peristiwa pencurian itu menjadi pergumulan seluruh jemaat karena terjadi saat ibadah berlangsung.
“Peristiwa ini menjadi pergumulan dan doa seluruh jemaat karena pelaku beraksi saat jam ibadah,” ujarnya.
Pendeta juga menyampaikan apresiasi kepada Polsek Amarasi di bawah pimpinan Iptu Basilio Pereira, Polres Kupang, tim Inafis, Polda NTT, kejaksaan, serta pemerintah desa yang telah membantu pengungkapan kasus dalam waktu singkat.
“Dalam tempo 1×24 jam, melalui para abdi negara telah berhasil menangkap pelaku,” katanya.
Meski kecewa dengan peristiwa tersebut, pendeta mengajak jemaat tetap mendoakan pelaku agar mendapatkan pembelajaran hidup yang baik.
Ia juga mengingatkan pentingnya pendidikan spiritual dan penguatan iman dalam keluarga agar generasi muda tidak terjerumus dalam tindakan kriminal.
“Utamakan nilai spiritual iman. Spiritual harus jadi dasar didikan mulai dari keluarga,” tandasnya. (*/kt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










