iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Polresta Kupang Kota Terapkan Teknologi GPS dan CCTV untuk Perkuat Patroli Modern

Avatar photo
polresta kupang
Kapolresta Kupang Kota saat kunjungan kerja Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, di Mapolresta Kupang Kota, Rabu (6/5/2026). (Foto: Ist)
  • Bagikan

Kupang, KupangTimes.ID – Polresta Kupang Kota di bawah kepemimpinan Kombes Pol Djoko Lestari terus melakukan inovasi berbasis teknologi digital guna meningkatkan efektivitas patroli dan pengawasan anggota di lapangan.

Berbagai terobosan tersebut dipaparkan langsung oleh Kapolresta Kupang Kota saat kunjungan kerja Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, di Mapolresta Kupang Kota, Rabu (6/5/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Kombes Pol Djoko Lestari menjelaskan, pihaknya kini memanfaatkan sistem Global Positioning System (GPS) yang dipasang di seluruh kendaraan patroli untuk memantau aktivitas anggota secara real time.

“Dengan pemasangan GPS di setiap kendaraan patroli, kami dapat mengetahui posisi anggota secara langsung. Indikator warna juga memudahkan kontrol, di mana warna hijau menunjukkan kendaraan sedang bergerak melaksanakan patroli, sementara warna lain menunjukkan kondisi berhenti atau parkir,” jelas Kombes Djoko.

Menurutnya, sistem tersebut juga dilengkapi fitur riwayat perjalanan atau history yang memungkinkan pimpinan melakukan evaluasi terhadap pola patroli harian, mingguan hingga bulanan.

“Kami bisa melihat apakah patroli sudah sesuai dengan rute dan waktu yang ditentukan, termasuk berapa lama kendaraan berhenti di suatu titik. Ini menjadi dasar analisa dan evaluasi dalam menentukan pola patroli ke depan,” tambahnya.

Baca Juga:
9 Pelajar di Kupang Diamankan Polisi saat Pesta Miras, Beberapa Masih Berseragam Sekolah

Tak hanya itu, sistem GPS juga terintegrasi dengan laporan masyarakat melalui operator command center sehingga setiap laporan yang masuk dapat diverifikasi secara cepat dengan memastikan unit patroli benar-benar bergerak menuju lokasi kejadian.

Selain penguatan patroli, Polresta Kupang Kota juga menerapkan aplikasi pelaporan kegiatan anggota di lapangan. Melalui aplikasi tersebut, anggota wajib mengirim laporan disertai dokumentasi foto sebagai bukti pelaksanaan tugas.

Laporan itu mencakup pengamanan di sekolah, pasar, hingga persimpangan jalan yang dianggap rawan.

“Dari aplikasi ini, kami bisa memastikan kehadiran anggota di titik-titik rawan. Warna hijau menandakan anggota sudah melaksanakan tugas dan melaporkan kegiatannya, sedangkan yang belum melapor akan terdeteksi,” ujar Kapolresta.

Dalam mendukung pengawasan wilayah, Polresta Kupang Kota juga telah memasang CCTV di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Bundaran Tirosa.

Ke depan, sistem CCTV tersebut direncanakan terintegrasi dengan jaringan milik pemerintah daerah maupun sektor swasta agar pengawasan kota dapat dilakukan selama 24 jam secara menyeluruh.

Baca Juga:
Pria di Amarasi Bobol Rumah Pastori saat Ibadah, Emas Pendeta Rp70 Juta Raib

“Kami dorong semua pelaku usaha dan perkantoran untuk memasang CCTV yang nantinya bisa terhubung dalam satu sistem,” terang Kombes Djoko.

Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan Polresta Kupang Kota dalam memanfaatkan teknologi modern di tengah keterbatasan personel dan sarana prasarana.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Dengan keterbatasan yang ada, Polresta Kupang Kota mampu berinovasi memanfaatkan teknologi seperti GPS dan CCTV. Ini adalah langkah maju menuju sistem pengamanan modern,” tegas Kapolda.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan tugas kepolisian tetap bergantung pada kesiapan dan profesionalisme anggota di lapangan.

“Anggota di lapangan adalah ujung tombak. Mereka harus tetap mengedepankan kesabaran, profesionalisme, dan mengutamakan keselamatan dalam setiap tindakan,” pesannya.

Kapolda turut mengingatkan personel agar tidak mudah terpancing provokasi, terutama saat menghadapi situasi massa atau unjuk rasa.

“Keselamatan anggota lebih utama. Jika situasi memanas, mundur bukan berarti kalah, tetapi bagian dari strategi,” tandasnya. (*/kt1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *